13 Desember 2009

tulisan gw untuk majalah kampus :)

Sampah lo, masa depan lo!

Ada yang tahu sama makna judul tulisan di atas? “sampah lo, masa depan lo!”

Kenapa sampah jadi masa depan? Oke, mungkin kita semua enggak sadar sama apa yang kita lakukan selama beberapa tahun belakangan ini yang berhubungan dengan sampah dan lingkungan kita tercinta.

Yups, kita buang sampah di mana- mana tanpa sadar sama “apa sih yang akan terjadi nanti?!”

Sedikit ilustrasi, sebagian warga yang hidup dekat dengan Kali Ciliwung yang jelas-jelas bertahan hidup dari air Kali tersebut tetap dengan santainya membuang sampah mereka di Kali tersebut. Efeknya? Betul sekali, hampir sebagian besar warga Jabodetabek yang tidak tinggal dekat daerah tersebut harus ikut merasakan dampak dari pembuangan sampah secara sembarangan ke kali Ciliwung pada saat hujan atau kita sebut dengan bencana banjir.

Salah siapa ini?

Pastinya kita semua sadar dong kalau sebelah kampus tercinta kita juga terdapat sebuah Kali kecil yang kalau kita lihat dari Mushola, jelas banget banyak sampah yang menumpuk di Kali kecil tersebut.

Sadarkah kalian bahwa “sampah itu juga sampah kalian?”

Sebagai mahasiswa yang kreatif, inovatif dan berpendidikan tinggi, kalau kita hanya saling menyalahkan, mau sampai kapan ada yang mengalah? Semua enggak harus di mulai dari luar kok, tapi bisa dari diri kita sendiri karena sampah lo, masa depan lo.

Apa kalian tahu, berapa lama sampah kita terurai? Let me show this picture to you all, see and reduse your rubbish right now!

Gambar di atas mungkin enggak cukup buat “mengingatkan” kita akan dampak sampah pada lingkungan sekitar kita, tapi kembali ke awal, kita yang harus mulai semuanya, bukan dia, mereka atau yang lainnya!

Maka dari itu, kurangi sampah lo sekarang untuk masa depan lo, dan masa depan bumi kita, buktikan bahwa kita perduli sama bumi kita!

Kalau bukan lo, siapa lagi yang bakalan perduli dan menghargai bumi tercinta ini? Pastinya enggak mau kan kalau beberapa tahun ke depan lo berkeluarga dan punya anak terus bukan ngeliat gunung nan hijau karena pepohonan melainkan karena sampah?!

So, buktiin rasa perduli lo lewat mengurangi sampah , memisahkan sampah sesuai bahannya dan buang sampah pada tempatnya, kalau perlu gunakan sistem 3R alias Reduse, Reuse and Recyle.

Akhir kata dari gw, Peace on Earth or Earth in Peace.

cheers, Henny rahayu

with acer, 13 Desember 2009


* inti dari gambar yang seharusnya ada adalah, jangka waktu yang di butuhkan untuk sampah menyatu dengan alam, berhubung formatnya enggak ada jadi gambarnya gk bisa masuk deh, im try to publish next time yeah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar