"mulutmu, harimaumu"
setidaknya itu yang pepatah bilang..
luka bekas tusukan bisa sembuh dan kering, tapi belum tentu sakit hati bisa sembuh dan dilupain
Anti dan beberapa sahabat lamanya sedang berkumpul dirumahnya seperti malam malam biasanya, hanya kali ini sedikit berbeda, cuaca dingin malam membuat kami lupa akan keadaan dan "sedikit" minum merayakan malam natal yang begitu meriah diluar sana.
Rissa, salah satu sahabat Anti yang memang saat itu sedang mengalami banyak tekanan menghabiskan beberapa banyak gelas dibanding biasanya dan itu membuat Anti dan beberapa teman lainnya kewalahan menghadapi tingkah Rissa yang sedang mabuk. dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol, Rissa banyak melantur dan mengeluarkan segala yang ia rasakan, dari mulai mantan pacarnya (Ikbal), sahabat kecil yang selalu bersama dan sering menghubunginya (Ian) dan tentang lelaki yang saat ini sedang dekat dengannya namun berstatus "pacar orang" (Aldi).
"gw masih sayang banget sama Ikbal, gw juga sayang sama Ian tapi Aldi kemana sih?" ucap Rissa dalam keadaan mabuk dan Ian yang memang ikut berkumpul bersama kami sukses duduk terdiam ketika Rissa membuka semua kartunya didepan teman-teman
kami yang memang paham akan tingkah Ian hanya tertawa dan terus tertawa walupun jujur terlihat Ian yang sedikit menghindar dari kerumunan kami dan memilih masuk mobil dan asik dengan telephone genggamnya
2 hari berlalu sejak kejadian malam itu dan seperti biasa sahabat-sahabat Anti berkumpul di rumahnya. "Rissa mana Ian?" tanya Anang pada Ian.
"gak tau ah, udah jangan bahas Rissa lagi. males gw!" balas Ian pada Anang.
"BBMin Rissa dong Ian" tambah Anti "Hp gw lagi di cas nih, mati total."
"enggak ah, BBM Rissa udah gw apus!" jawab Ian pada Anti didepan Anang dan teman-teman lainnya
"cuma gara-gara kemarin lo tega apus BBM Rissa? segitunya banget deh lo Ian" jawab Anti, namun karena keasikan teman-teman yang membahas acara nobar esok, hal ini tiba-tiba terlupakan begitu saja
"cuma gara-gara kemarin lo tega apus BBM Rissa? segitunya banget deh lo Ian" jawab Anti, namun karena keasikan teman-teman yang membahas acara nobar esok, hal ini tiba-tiba terlupakan begitu saja
esok harinya..
"Nang, BBM Rissa beneran di apus sama Ian?" tanya Anti pada Anang.
"wah, gw enggak tau deh Ti. bercanda doang kali" jawab Anang ketika pulang dari acara nobar bersama sahabat-sahabatnya
dirumah Anti..
"Nang, beneran di apus sama Ian, gw barusan cek di hp Rissa dan enggak ada contact Ian" bisik Anti pada Anang yang baru saja tiba dirumah Anti
"Ti, kok gw ngerasa ada yang aneh ya sama sikap Ian? Ian kenapa sih?" tanya Rissa tiba-tiba pada Anti, Anti yang takut salah bicara akhirnya memanggil Anang untuk membantunya menjelaskan pada Rissa
"iya Ris, efek lo mabuk beberapa hari lalu yang ngeluarin semua hal kayaknya bikin Ian malu deh. gw udah jelasin ke dia klo itu karena efek alkohol tapi dia ya gitu deh." ucap Anti pelan pada Rissa takut salah bicara
"gw sama anak-anak sih maklum Ris sama tingkah lo, tapi mungkin dia malu aja kali abis kebuka semuanya gitu" timpal Anang
"gw sama anak-anak sih maklum Ris sama tingkah lo, tapi mungkin dia malu aja kali abis kebuka semuanya gitu" timpal Anang
"gw pikir dia bercanda soal hapus BBM lo dari contact dia, tapi tadi setelah gw cek di hp lo Ris, itu bener" sahut Anti lagi
"Apa?? dia hapus BBM gw?! Shit!!" maki Rissa emosi dan langsung membereskan barang-barangnya karena sakit hati atas tingkah Ian padanya
"gw mau pulang sekarang! biarin gw pulang!" teriak Rissa penuh emosi pada Jaka yang tengah menahan pintu pagar agar Rissa enggak keluar dengan kondisi menangis
"Ris, jangan kayak anak kecil dong! lo harus dewasa! ini harus diselesaiin!" ucap Anti yang ikut berteriak pada Rissa karena Rissa berteriak minta pulang sambil menangis
"please jangan halangin gw buat pulang, gw mau pulang!" teriak Rissa makin kencang hingga tanpa disadarinya banyak orang yang sedang berada didepan rumah Anti melihat kondisinya itu
"Rissa, dewasa dong!!" *plak* Anti yang terbawa emosi tanpa sadar menampar sahabatnya yang sudah dikenalnya selama 8 tahun terakhir
---------------------------------------------------------------------------------------------------
intinya, karena pengaruh alkohol, semua bisa terjadi. bahkan rusaknya sebuah persahabatan yang sudah seperti keluarga!
dear Rissa, gw cuma mau minta maaf atas tamparan ini. gw enggak bermaksud melakukan hal ini sama sekali, bahkan kalo gw bisa ulang waktu, gw mau elo yang tampar gw atau mungkin elo balas tamparan gw, bahkan 10 kali lipat akan gw terima karena memang enggak sepantasnya gw lakuin hal ini ke elo
dari lubuk hati gw yang terdalam, gw minta maaf ya Ris, you know how deep i love you twins..
dear Wawan, makasih ya udah tenangin kaki aku yang lemes dan tangan aku yang gemeteran ketika cerita ini semua ke kamu. aku tahu kamu selalu bisa diandalkan dalam beberapa tahun terakhir ini enggak perduli jauhnya jarak yang misahin kita. andai 2 benua ini bisa aku capai layaknya peta yang enggak sampai sejengkal, aku akan datang langsung cuma untuk nangis dipelukan kamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar