saya benar benar benci berada di posisi ini, terasa berada di ujung jurang dan punya pilihan lain tetapi tidak dapat memilih hal itu.
mungkin saya terlalu naif untuk merasakan hal ini, banyak diluar sana yang tidak se-beruntung saya dalam kehidupan mereka.
saya punya orang orang yang (mungkin) menyayangi saya tapi justru saya menyayangi orang yang (belum tentu) menyayangi saya.
saya benci ada diposisi ini, memiliki mereka tapi (saat ini) tak dapat menjamah mereka, terlebih ketika saya berada diposisi ini.
tertekan? mungkin! menderita? kalimat itu terlalu tinggi untuk diungkapan saat ini.
saya terikat pada sesuatu yang belum tentu mengikat saya, apakah anda sadar?
saya benci memiliki segala hal yang percuma untuk dimiliki karena pada akhirnya saya, bahkan kita semua sendiri dan tidak memiliki apa apa.
apakah anda dapat merasakan yang saya rasakan? saya tidak menuntut apa - apa karena semuanya kembali kepada anda.
seorang sahabat berkata "bukan akhir mba yang harus kamu rasain, tapi proses menuju akhiran itu!"
dia lebih muda dibanding saya, tapi saya merasakan kedamaian ketika dia berkata hal itu.
maaf saat ini saya sedang cengeng, saya tau ini bukan kebiasaan saya.
sebenarnya saya menangis bukan karena cengeng jika anda menganggap saya cengeng, tapi saya menangis karena pertahanan saya sedang rapuh, sedang retak dan mungkin dalam proses hancur.
seorang sahabat yang lainnya juga berkata "lo harus antisipasi buat semua hal buruk kedepannya, ketika endingnya hal buruk itu enggak terjadi dalam kehidupan lo, lo bukan beruntung tapi itu bonus atas sikap antisipasi lo!"
lagi lagi kalimat ini "terlalu" mengena dihati saya.
saya selalu bisa berdiri di atas kaki saya, sendiri. tetapi sejak saya mengenal anda, maaf jika saya merasa kaki saya lemah dan tak dapat menopang badan saya.
tidak, saya tidak ketergantungan pada anda dan saya harap saya tidak akan ketergantungan pada anda!
"sejak aku mengenalmu, tak ada yang lebih mengenalku. hanya kau yang mengerti, hanya kau yang pahami. saat aku bersamamu, tak ada yang bisa sepertimu. hanya kau yang mengerti, hanya kau yang pahami. terbiasa denganmu, tak ingin kau yang lain, mungkin karena dirimu, mungkin hanya denganmu, aku bisa bahagia"
lirik yang terlalu egois dari sebuah kutipan lagu, tetapi ini yang saya rasakan SAAT INI dengan ANDA..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar