kamu tau apa yang mau aku tulis? aku juga enggak tau apa yang mau aku tulis, pastinya aku ngerasa "aku banyak belajar dari suatu KETIDAKPASTIAN."
ketidakpastian akan banyak hal, mulai dari hari esok ktika aku membuka mata, apa yang akan terjadi padaku, apa yang akan terjadi pada orang orang di sekitarku, apa yang akan aku makan, siapa pendamping hidupku, siapa ayah dari anak anakku dan bahkan "bagaimana aku mati."
betapa bodohnya slalu mengharap suatu ketidakpastian menjadi sesuatu yang "kelak" akan pasti. pertemuan 3 tahun silam benar benar membuat aku "mati gaya" mungkin, entah kenapa "mati gaya" adalah ungkapan yang terlintas di otakku saat ini.
kamu yang memulai awal perkenalan ini, kenapa harus minta nomorku? kenapa harus mulai sms aku? kenapa rajin telpon aku berjam jam? apa sih yang kamu pikirkan dari "hubungan" ini? cuma sebagai "kakak-adik??" oh, really shit! cara kamu memperlakukan aku enggak menggambarkan hal itu! bukan aku yang menilai, tapi banyak orang yang menilai.
kamu "rajin" mengabariku setiap saat, lalu hilang bagai angin sekian lama. aku berusaha "lupa" akan sosokmu dan menemukan yang lain, tapi apa kamu tau ketika aku "merasa" menemukan sosok lain, bayangmu terlintas di otakku? apa kamu tau apa yang aku pikirin? dan entah kenapa setiap "sosok" baru ini datang ketika kamu menghilang, wussss bagai angin kamupun juga tiba tiba datang dan menggoyahkan semua pertahankan tembokku. aku kembali berada dalam "ketidakpastianmu" dan terbuai akan sosokmu, lalu wussssss seketika pula kamu menghilang "lagi"!
ini bukan sekali atau dua kali, melainkan berkali kali. beri aku kepastian! aku bukan boneka, aku memang terlihat tomboy, tapi bukan berarti apa yang ada di dalam hatiku yang paling dalam aku tampak sama seperti yang terlihat kasat mata.
bila memang semua menuju pada suatu ketidakpastian, biarkan kita terutama aku melepas apa yang memang dari awal enggak pernah aku "miliki" seutuhnya. biarkan aku mengiklaskan kamu bersama yang lain dan tolong lepaskan aku dengan yang lain. jangan datang ketika aku "belajar" melepas ketidakpastian atau mungkin jangan pergi ketika aku nyaman dengan ketidakpastianmu.
darimu aku banyak belajar, tentang bagaimana kuat, tegar, goyah, luluh, tersenyum saat menangis, menangis tanpa kamu ketahui dan banyak hal lainnya.
untuk kamu, "ketidakpastian" ku selama ini..
xoxo
bagus tulisnya,,,
BalasHapustulisan pertama nih, Yu?
BalasHapusyg rajin yah ngeblog nya :)
@ wankcyber : makasih, ditunggu ya komentar2 lainnya :)
BalasHapus@ andrea : udah keberapa ya??? *ngitung*
udah gk terhitung, blog udah lamaaaaa bgt kok..
wahh mbaaaaa curhat toh? hehhee sejujurnya akan lebih menarik kalo retorika nya diperbaiki. tp keseluruhan aku suka. soalnya aku pun benci ketidakpastian hehe KITA HARUS CURHAT LAGI YAH hihi
BalasHapus